Senin, 11 Februari 2013

Kenapa Civil Engineering?


Gara-gara membaca blognya Gita Gutawa dan percakapan saya dengan seseorang tadi sore, jadi terinspirasi buat ngeshare “kenapa Civil Engineering?”
Kisah perjalanan studi saya tak berhenti di SMA Negeri 6 Yogyakarta saja, Alhamdulillah kini saya sudah menjadi seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Yogyakarta. Kenapa memilih jurusan itu? Gimana perjalanannya?

#obsesi
Sejak kecil saya mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter spesialis anak, namun semakin dewasa dan memasuki dunia bangku sekolah saya semakin sadar dengan kapasitas otak saya hehehe but finally, saat berada di kelas 1 SMA saya ingin sekali masuk jurusan gizi kesehatan. Kenapa gizi kesehatan? Simple. Karna saya merasa ranahnya masih dalam jangkauan bagian kedokteran. Cita-cita saya untuk masuk jurusan itu bertahan selama dua tahun.


 #passion
Sebelum menyentuh apa itu gizi kesehatan, saya juga tertarik sekali mendalami jurusan komunikasi. Kenapa komunikasi? Simple lagi. Saya menyukai hmm, saya senang sekali dunia kejurnalistikan. Entah kenapa saya merasa jurusan ini bisa mewakili bakat dan minat saya. Terlebih setelah sharing dengan kakak saya “teh Fara” yang kini tinggal di Bandung dan berkuliah di jurusan komunikasi Universitas Pasundan. Semakin menggebu keinginan saya untuk masuk jurusan itu. Tapi ternyata mama saya tidak terlalu mengizinkan, “kamu bisa belajar sendiri bidang itu.. kamu tinggal asah bakat kamu. Sekarang kenapa nggak nyobain bidang lain yang kelak kamu bisa menguasai dua bidang atau lebih secara bersamaan?” kata mama menjelaskan saat itu. Akhirnya pupuslah keinginan saya ke jurusan itu, dan bersamaan saat itu saya masuk di jurusan IPA.
Anak Jurnal NAMCHE! yeahhh

#tak terduga
Di masa-masa kelas 3 SMA, saya kembali ingin menapakkan kaki dijurusan gizi kesehatan. Segala informasi tentang jurusan ini saya cari tau. Walaupun sebenernya banyak kejanggalan dan ketidak sreg-an ternyata. Apalagi setelah sharing dengan alumni yang sedang kuliah di jurusan farmasi UGM. Disitulah saya seperti merasakan buta jurusan. Nggak ngerti mau masuk jurusan apa. Keinginan untuk masuk psikologi, farmasi, manajemen, dan yang lainnya. Inget saat itu ada teman saya yang tanya, “mau masuk mana tan?” saya jawab asal, “farmasi bro..” besoknya ada yang tanya lagi, “mau masuk mana tan?” saya jawab lagi. “psikologi kayaknya”dan dihari-hari berikutnya pun saya jawab dengan jawaban yang berbeda. Dan entah dari mana, karna melihat hasil TPM, latian ujian de el el. Saya menemukan satu jurusan unik, jurusan yang namanya lucu.. *bagi saya*

kartu SNMPTN -_-
#agrobisnis
Namanya jurusan agrobisnis. Awalnya suka jurusan ini karna terdapat ilmu-ilmu manajeman dan komunikasi di dalamnya. Walaupun konsentrasi jurusan tersebut ke bidang pertanian. Tapi buat saya why not.. di semester dua, semakin mantep untuk memilih jurusan ini sebagai pilihan di SNMPTN. Dan pilihan ke dua saya, saya pilih jurusan managemen sumberdaya perikanan. Simple juga alasannya, saya ingin belajar managemen. Tapiiiiii, semua itu berubah ketika saya harus menghadapi pengumuman bahwa saya belum lolos SNMPTN. Asal kalian tau, saya seperti patah hati. Bener-bener patah hati. . Nggak mau keluar kamar dan nggak nafsu makan *lebay*. Apalagi melihat kedua orangtua saya. Semakin merasa bersalah saya seperti nggak punya tujuan. Mau kuliah dimana? Mau jurusan apa? Saya nggak tau. 

#inspirasi
Akhirnya saya bisa tersenyum ketawa lebar ketika sahabat saya, Emon, dateng kerumah. Karena sama-sama senasib sehingga saya bisa membagi beban dan unek-unek saya. Jangan salah, selama seharian saya menangis, apalagi jika melihat ibu saya. Saya semakin ingin meneteskan air mata. Dengan Emon saya menyusun kembali mimpi-mimpi saya. Saya mau kemana? Saya harus gimana? Kami pun diskusi dan selanjutnya saya beritau orangtua saya, saya mau apa.. dan mereka pun mendukung 100% J

#UNY story ~
Saya pun memilih untuk ikut seleksi mandiri (SM) UNY. Jujur sejujurnya, saya hanya modal doa saat itu. Dan modal nekat. Karna saya masih inget banget saya masih patah hati karna SNMPTN saat itu. Walaupun “saat itu” ada penyemangat yang menyemangati saya, tetep nggak ngaruh hehe tapi tetep ada dampak positif yang ia berikan. Paling enggak, saya punya semangat lagi. Untuk memutuskan ikut SM saja, saya rela tanya sana-sini termasuk om saya yang memiliki ‘kemampuan lebih’ dan menyarankan saya untuk di UNY saja dan menyarankan saya untuk “meluruskan niat”. Saya memilih jurusan civil engineering juga sebetulnya hmm nggak tau kenapa insting saya menyuruh saya memilih jurusan itu di detik-detik terakhir log in.

                                                  

#managemen
Mama saya sudah ribet sekali menyuruh saya segera tes ke UII. Alasannya apa? Selama kurang lebih seminggu saya tidak memiliki status. Hahaha bukan siswa, tapi juga bukan mahasiswa. Dan belum punya sekolah. Setelah mengikuti SM yang bermodal nekat, akhirnya saya memutuskan naik ke gunung untuk ikut tes UII. Dan saya memutuskan memilih jurusan manajemen. Alhamdulillah keterima, walaupun dengan caturdarma 15juta -__- *dampak setelah SNMPTN*

#Civil Engineering

ala Kuli ~
Memilih jurusan ini sebenernya unpredictable. Awalnya saya berniat untuk mengambil jurusan manajemen lagi, yang berarti saya mengambil jurusan IPS. Saya sudah meminjam buku teman saya, Oti, yang kala itu sudah lolos SNMPTN dijurusan fisipol. Yaaah, namanya aja Novia Intan, belajar dalam waktu 3 hari, blaasssss nggak ada yang dong. Inget disebuah buku ada tulisan Q = permintaan, penawaran, diskon dll. Padahal yang saya tau Q itu untuk kalor -__- saat itu udah log in, dan akhirnya dihari terakhir log in saya memutuskan ganti jurusan IPA. Nah kalo IPA, saya milih jurusan apa? Saya liat2 daftar jurusan di UNY ini. Inget banget saya searchingnya di Perputakaan kota Yogyakarta bersama teman saya, Nophek dan Melia. 5 menit berselang, akhirnya terpilihlah teknik sipil dan perencanaan dan internasional MIPA (fmipa). Gara-gara teringat Vili saat itu yang juga sudah diterima di tek.sipil UII. Hahahahaha dari namanya keren dan berurusan dengan bangunan. Menantanglah menurut saya saat itu. Bukan jurusan main-main.


#dan SEKARANG ~
Saya sudah berjanji, apabila saya diterima di pilihan pertama, saya akan mempertimbangkan. Namun jika dipilihan ke dua, jelas saya akan lepas. Karna biayanya nggak jauh beda sama yang UII. Tetapi takdir berkata lain, Alhamdulillah saya diterima di pilihan pertama. Dan akhirnya saya mengambil jurusan ini hingga sekarang. Dan InsyaAllah nggak akan pindah. Karena apa? Karena saya sudah mulai menemukan kenyamanan, menemukan alasan yang bisa menguatkan saya tetap berada di jurusan ini, menemukan orang yang mampu mengubah mindset saya lepas dari UNY story~, dan saya juga menemukan keluarga baru yang sulit untuk dilepaskan. Entah kenapa, dari cerita saya yang di depak dari pertanian ada seorang yang suka memberi saran atau lebih tepatnya ngledek, “bisa-bisanya kamu kalah sama pertanian,” sebel sebenernya, mau marah juga percuma hahaha. Kan emang begitu kenyataannya~ tapi liatlah nanti, 4 tahun kedepan.. ayo tak buktiin! \m/
bismillah, BISA!

#CITA-CITA - DREAMS
Civil engineering memiliki prospek yang cukup baik menurut saya. Sebagai perempuan, kadang saya berpikir, nggak ada salahnya kelak saya menjadi guru. Kenapa? Saya terarik terjun di dunia pendidikan. Saya bisa mengaplikasikan kegemaran saya jurnalistik dengan juga menjadi guru. Saya ingin ikut berkontribusi membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Tetapi tidak menutup keinginan saya, saya juga ingin masuk ke dalam proyek. Saya ingin menjadi perencana bangunan dan konsultan. Saya ingin membangun dan memberikan saran-saran pembangunan yang baik dan tidak merusak lingkungan. Saya juga ingin sekali terjun ke dunia lingkungan hidup, membenahi lingkungan sekitar kita supaya lebih asri. Dan saya juga tertarik sekali dalam dunia sosial, berbagi kepada orang-orang yang kurang beruntung, berbagi ilmu, dan memberi kesempatan mereka mengenyam pendidikan yang layak J

Bismillah, semoga 8 tahun dari sekarang, cita-cita saya dapat terwujud. Jalan yang ditempuh memang nggak mudah, tapi selama saya masih mempunyai Allah dan semangat yang besar. Nggak ada yang mungkin kan? GANBATTE! J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar